WELLCOME TO MY BLOG ALL!! JANGAN LUPA TINGGALIN KOMENNYA DI KOTAK KOMENT OR DI BUKU TAMU DI SAMPING YA GAN!!THANK'S

LAPORAN PRAKTIKUM PENGUKURAN LISTRIK


A. Tujuan
      1.   Mahasiswa dapat melakukan percobaan pengukuran arus searah (DC) dengan menggunakan miliampermeter dalam rangkaian listrik.
      2.   Mahasiswa dapat melakukan percobaan pengukuran tegangan dengan voltmeter DC dalam rangkaian listrik.
      3.   Mahasiswa dapat menganalisa hasil pengamatan dari percobaannya.

B. Teori singkat
      Besar arus listrik yang mengalir dalam suatu rangkaian ditentukan oleh besar tegangan (sumber) dan tahanan pada rangkaian tersebut. Menurut G. S. Ohm besar arus yang mengalir dalam suatu rangkaian berbanding lurus dengan tegangan dan berbanding terbalik dengan tahanannya. Pernyataan ini dirumuskan seperti berikut:
     

C. Alat dan Bahan Percobaan
      1.   Voltmeter DC;
      2.   Miliampermeter DC;
      3.   Tahanan karbon, 68Ω, 150Ω, 470Ω;
      4.   DC powersupply;
      5.   Papan rangkaian;
      6.   Kabel penghubung.

D. Rangkaian Percobaan
     
     
F. Langkah Kerja
      1.   Siapkan alat dan bahan percobaan;
      2.   Buatlah rangkaian seperti gambar no.1 pastikan polaritas alat ukur dan batas ukurnya serta powersupply;
      3.   Tentukan tegangan sumber : 6 volt, dan ukur tegangan antara titik A dan B, VAB dan ukur arus yang mengalir;
      4.   Masukkan hasil pengamatan tadi pada tabel hasil pengamatan;
      5.   Lakukan percobaan seterusnya sesuai dengan tabel pengamatan berikutnya.

G. Hasil percobaan
     
No.
Gambar Rangkaian
R1
R2
R3
Es
VAB
VBC
I
1.

68Ω
-
-
6V
6.2V
-
70
2.

68Ω
150Ω
-
6V
1.5V
4.7V
14
3.
68Ω
150Ω
-
6V
6.2V
-
28
4.
68Ω
150Ω
470Ω
6V
6.2V

26
     
H. Analisa Data
      Dari percobaan di atas terdapat beberapa perbedaan hasil percobaaan antara perhitungan menggunakan rumus dengan perhitungan menggunkan alat ukur.


Tabel perbandingan perhitungan: 

No.
Dengan rumus
Dengan alat ukur
1.
88mA
70mA
2.
27mA
14mA
3.
128mA
28mA
4.
141mA
26mA

      Perbedaan yang cukup signifikan tersebut mungkin dikarenakan;
1.      Kesalahan alat ukur (miliampermeter), karena pada pengukuran arus saja yang salah. Sedangkan pada pengukuran tegangan tidak menemukan perbedaan yang begitu jauh;
2.      Kesalahan penguji dalam membaca alat ukur (miliampermeter).
3.      Kesalahan dalam merangkai rangkaian alat.


I. Kesimpulan
      Dari percobaan di atas dapat disimpulkan bahwa, penghitungan dengan menggunakan alat ukur analog seperti hal di atas sangant dimungkinkan untuk terjadinya kesalahan perhitungan, meskipun juga mungkin kesalahan penguji.
J. Saran           
      Saran penguji pada percobaan kali ini adalah, telitilah dalam membaca alat ukur analog. Pilihlah alat ukur yang mempunyai ketilitian baik, dan piilih alat ukur yang baik juga.      


TEGANGAN AC DC

TEGANGAN AC & DC

A. Tujuan
      1.   Mahasiswa dapat melaksanakan percobaan pengukuran tegangan bolak-balik dan searah dengan multimeter.
      2.   Mahasiswa dapat membaca papan skala alat ukur.

B. Teori singkat
            Maksud dari pengukuran tidak lain untuk mengetahui berapa harga dari besaran yang sedang duukur. Dalam hal ini harga yang diinginkan tentu saja harga yang benar (true value). Harga benar ini tidak mungkin akan didapatkan yang paling mungkin adalah harga pendekatan dari harga yang benar. Harga pendekatan ini dilakukan dengan mengambil harga rata-rata dari sample yang jumlahnya tak terhingga dengan asumsi deviasi positif dan deviasi negatif hamper sama. Harga rata-rata tersebut merupakan harga terbaik atau harga exact (best value/ exact value).
             Dalam membaca papan skala alat ukurmerupakan hal yang mendasar dalam pengukuran alat ukur analog. Kemampuan membaca meter analog secara tepat dan tepat adalah hal yang penting. Prosedur yang harus diikuti; tentukan batas ukur yang dipakai, pilih skala yang tepat dan factor skala. Perhatikan posisi jarum. Batas ukur: merupakan skala simpangan penuh dari alat ukur. Factor skala adalah perbandingan antara batas ukur yang dipergunakan dengan jumlah pembagian skala.
            Multimeter merupakan alat ukur yang dapat dipergunakan untuk beberapa besaran listrik mengukur antara lain besaran tegangan bolak-balik, searah, tahanan dengan berbagai batas ukur yang diberikannya. Pada dasarnya dalam melaksanakan pengukuran harus menempatkan posisi saklar jangkah pada besaran yang hendak diukur. Dengan menggunkan dua terminal yang disambungkan dengan kabel penghubung (lead), untuk diletakkan pada bagian yang hendak diukur. Bentuk dan jenis multimeter banyak ragamnya tetapi pada prinsipnya sama sebagai alat pengukur besaran listrik.

C. Alat dan Bahan Percobaan
      1.   Multimeter Sanwa
      2.   Transformator 220V / 6V, 12V
      3.   Saklar
      4.   Kabel Penghubung






D. Rangkaian Percobaan

      

      

F. Langkah Kerja
      Pengukuran tegangan AC :
1.      Rakitlah rangkaian seperti gambar 1 di atas.
2.      Hubungkan rangkaian ke sumber AC 220V pada kumparan primer trafo.
3.      Aturlah posisi saklar multimeter pada pengukuran tegangan AC dengan batas ukur 10 volt. Ukur tegangan pada kumparan sekunder trafo dengan menggunakan multimeter. Catat hasil penunjukan.
4.      Ganti pengukuran dengan menggunakan batas ukur 50 volt.
5.      Ukur tegangan yang sesuai dengan table pengukuran.
6.      Setetlah selesai lepaskan rangkaian dengan sumber AC.
Pengukuran tegangan DC :
1.      Rakitlah rangkaian seperti gambar 2 di atas.
2.      Hubungkan powersuplay ke sumber AC 220 V.
3.      Aturlah posisi saklar multimeter pada pengukuran tegangan DC dengan batas ukur 10 volt. Ukur tegangan pada terminal outputnya.
4.      Aturlah posisi pengatur tegangan sehingga pada posisi 0 V, dan baca penunjukan pada multimeter kemudain catat hasilnya pada tabel pengamatan.
5.      Atur posisi pengatur pada tegangan 1 V, kemudian baca penunjukan pada multimeter, lakukan seperti pada langkah di atas. Catat hasilny pada tabel.
6.      Lakukan percobaan seterusnya dengan posisi pengatur tegangan 2V, 3V, …10V dan cata hasilnya.
7.      Setelah selesai lepaskan powersupply dengan sumber 220V dan kemasi alat dan bahan kembalikan peralatan dan bahan ke tempat semula secara teratur dan rapi.

G. Hasil percobaan

      Tabel pengamatan I
     
No.
Terminal
Batas ukur
Multimeter
Pengukuran/ penunjukan
Jarum (volt)
Faktor
Skala
1.
CT-6V
10
5.8
0.1
2.
CT-12V
50
12.1
1
3.
6V-6V
50
12.1
1
4.
6V-12V
50
6.1
1
5.
12V-12V
50
23.9
1
6.
12V-6V
50
18
1

      Tabel pengamatan II

No.
Terminal
Batas ukur
Multimeter
Pengukuran/ penunjukan
Jarum (volt)
Faktor
Skala
1.
0
10
0.15
0.1
2.
1
10
1.15
0.1
3.
2
10
2.1
0.1
4.
3
10
3
0.1
5.
4
10
4.1
0.1
6.
5
10
5.05
0.1
7.
6
10
6
0.1
8.
7
10
7.05
0.1
9.
8
10
8
0.1
10.
9
10
9
0.1
11.
10
50
10.2
1

H. Analisa Data
      Dari percobaan di atas terdapat perbedaan data percobaan antara data yang dilihat dari alat ukur dengan yang diukur menggunakan alat ukur. Contohnya pada percobaan I, yaitu pada saat mengukur tegangan AC, seharusnya antara CT-6V data yang diperoleh adalah 6V, namun pada saat pengukuran hasil yang didapatkan adalah 5.8V saja. Hal tersebut dikarenakan tingkat ketelitian alat bermacam-macam, ada yang 2%, 0.5T% dan seterusnya. Selain itu posisi si pembaca alat ukur haruslah benar, tegak lurus terhadap alat. Kekeliruan pembacaan juga dimungkinkan dalam hal ini.
      Dari percobaan kedua juga terdapat beberapa hasil yang kurang sesuai dengan penghitungan  secara teori, yaitu seperti yang terjadi pada percobaan kesebelas, dimana hasil yang didapatkan adalah 10.2. disini juga dimungkinkan ada kesalahan dari si pencoba, dimana alat ukur masih menggunakan alat ukur analog, pada saat memutar ukuran tegangan transformator sangat memungkinkan si pencoba kelebihan atau bahkan kurang pas dalam memutar panel pada transformator tersebut, sehingga hasil pemutaranm tersebut tidak pas, 1V, 2V…10V.
       Pada pengukuran tegangan AC dan DC ini, pemilihan batas ukur alat sangat menentukan hasil dari pengukuran itu sendiri.

I. Kesimpulan
      Dari percobaan di atas dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil antara penghitungan secara teori dengan penghitungan dengan menggunkan alat ukur analog. Hal terseburt disebabkan oleh perbedaan tingkat ketelitian dari alat ukur itu sendiri, dan juga bisa kesalahan dari si pencoba.

J. Saran           
      Pilihlah batasan ukur dan alat ukur yang tepat untuk mengukur suatu besaran listrik. Karena setiap alat ukur memilki tingkat ketelitian yang berbeda. Semakin besar batasan ukurnya maka semakin kecil pula tingkat ketelitiannya. Dengan menggunakan tingkat ketelitian yang tinggi maka akan harga pengukuran yang akan didapatkan akan semakin akurat.


MEMPERBESAR BATAS UKUR ALAT UKUR VOLTMETER

A. Tujuan
      1.   Mahasiswa dapat mengukur tahanan dalam (Rm) dari alat ukur voltmeter DC.
      2.   Mahasiswa dapat memperbesar batas ukur voltmeter DC dengan factor kelipatan n=2 sampai 10 kali kelipatan normal.
      3.   Mahasiswa dapat membuat skala batas ukur voltmeter yang telah diperbesar batas ukurnya.
B. Teori Singkat
            Memperbesar batas ukur voltmeter sepertinya membagi tegangan dalam dua bagian. Dengan menambahkan tahanan (RS) di luar meter yang dipasang secara seri dengan tahanan meter maka akan dapat dilaksanakan pekerjaan itu.
            Untuk menentukan kelipatan perbesaran batas ukur tentu harus diketahui dulu tahanan dalam meter (Rm). Seberapa besar kelipatan yang dikehendaki (n), umpama n =2 maka tegangan pada meter sama dengan setengahnya. Dan tahanan seri yang dipasangkan, besarnya sama dengan tahanan dalam meter (Rm). Dari perbesaran batas ukur ini didapatkan rumus:
      Rs = Rm ( n – 1 ) dan skala penuh baru dari meter adalah : Vb = Vm / n
      Keterangan            : Rs      = tahanan seri (Ω);
                                      n        = factor kelipatan ;
                                     Rm     = tahanan dalam meter (Ω);
                                     Vb      = skala penuh meter baru (volt);
                                     Vm     = skala penuh meter (volt).
                                                           
C. Alat dan Bahan
      1.   DC power supply;
      2.   Voltmeter DC;
      3.   Multimeter SANWA;
      4.   Decade Resistor;
      5.   Saklar dua kutub;
      6.   Kabel penghubung;
      7.   Papn rangkaian.
D. Gambar Rangkaian
E. Langkah Kerja
      A.  Pengukuran tahanan dalam meter:
      1.   Rakitlah alat dan bahan seperti pada gambar no. 2, dengan kedudukan saklar pada posisi off, dan ambil batas ukur meter BU = 6 volt;
      2.   Hidupkan power supply, pindahkan posisi saklar ke posisi 1, kemudian atur power supply sehingga voltmeter menunjukkan skala penuh ( 6 volt );
      3.   Pindahkan saklar ke posisi 2 dan amati penunjukan meter, jika belum menunjukkan setengahnya (3 volt, setengah simpangan penuh), atur tahanan decade sehingga voltmeter menunjukkan 3 volt;
      4.   Kemudian catat hasil tahanan decade Rd = …. Ω, ini menunjukan besarnya tahanan dalam meter (Rm);
      5.   Pindahkan saklar ke posisi off, dan off-kan power supply, kemudian hitung besarnya nilai RS dengan rumus RS = Rm ( n – 1 ), yang akan digunkan untuk memperbesar batas ukur meter.
     
      B.  Memperbesar Batas Ukur Voltmeter
`     1.   Gunakan rangkaian seperti pada gambar 2 dengan ketentuan harga RS dengan n = 2;
      2.   Hidupkan power supply, pindahkan posisi saklar ke 1, dan atur power supply menunjukkan skala penuh ( 6 volt ), kemudian pindahkan saklar pada posisi 2. Catat hasil penunjukan meter dan masukkan ke dalam tabel pengamatan pada kolom Vb = 5,5 volt. Jika Vb belum menunjukan 0,5 x Vm maka aturlah RS sehingga Vbp menunjukan 0,5 x Vm;
      3.   Kemudian cata harga Rsp (Rs perbaikan) masukan ke dalam tabel percobaan;
      4.   Hitung harga perbedaan antara Vb dengan Vb perbaikan ( n=2 , Vbp = 0,5. Vm);
      5.   Lakukan percobaan ini seterusnya dengan ketentuan n=3, dan seterusnya. Dan ikuti langkah-langkah di atas;
      6.   Setelah selesai kemasi alat dan bahan, kembalikan ke tempat semula;
      7.   Hitung % kesalahan dengan formula %Kes = (Rs – Rsp)/ (Rs) x 100 %, atau (Vb – Vbp) / (Vb) x 100 % masukan dalam tabel percobaan.
F. Hasil Percobaan
      a. Tabel Pengamatan 1 (Pengukuran tahanan dalam voltmeter)
n:
2
3
4
5
6
7
8
9
10
RS (Ω)
113
226
339
452
565
678
791
904
1017
      b. Tabel pengamatan 2 (Memperbesar batas ukur voltmeter)
n
Vm
(volt)
RS
(Ω)
Vb
(volt)
Vbp
(volt)
Rsp
(Ω)
Vb - Vbp
(volt)
Rs – Rsp
(Ω)
% Kes
2
6
113
3
3
113
0
0
0
3
6
226
2
1,5
332
0,5
-114
25
4
6
339
1,5
0,75
766
0,75
    -420
50
5
6
452
1,25
0,375
1900
0,875
-1448
70

G. Analisa Data
            Table hasil percobaan di atas menunjukkan bahwa semakin besar rs yang kita berikan maka akan semakin besar pula batas ukur dari suatu Voltmeter tergantung berapa kali lipat batas ukur Voltmeter tersebut akan diperbesar (n=1,2,3,4……n). pda table diats juga dapat dilihat bahwa semakin besar batas ukur dinaikkan maka semakin besar pula persentase kesalahan Voltmeter tersebut. Ini menunjukkan bahwa perbesaran batas ukur suatu alat ukur dapat memperbesar persentase kesalahhannya.

H. Kesimpulan dan Saran
            Dari percobaan di atas dapat disimpulkan, bahwa sebuah alat ukur voltmeter DC dapat diperbesar  batas ukurnya yaitu dengan menambah nilai tahannannya atau menambah nilai RS-nya. Perbesaran tersebut dapat dilakukan sampai beberapa kali lipat dan tentunya semakin besar tahanan Rs yang di berikan maka akan semakin besar pula bats ukur yang di dapatkan. Namun semakin besar bats ukur yang dihasilkan maka akan semakin besar pula persentase kesalahannya, untuk itu perbesaran alat ukur ini tidak di lakukan untukj keperluan sehari-hari atau di pabrik-pabrik karena mempertimbangkan persentase kesalahan yang semakin meningkat, kegiatan ini hanya untuk pembuktian laboratorium atau workshop saja, bukan untuk di publikasikan atau di terapkan dalam dunia industri.
            Apabila pada saat percobaan terdapat beberapa hal yang berbeda maka itu adalah hal yang lumrah terjadi karena pada percobaan ini kita masih menggunakan alat yang berbasis analog.yang memungkinkan terjadinya sedikit perbedaan antara teori dengan hasil percibaan langsung.
           
ight-wi�2 �� 

�3�^��

[+/-]Read more...

No comments:

Read more: http://sumbangsihkomputer.blogspot.com/2012/06/cara-membuat-kotak-komentar-blogger-di.html#ixzz2FCWQYmF0